Kuwu Hj Sarwi Ajak Warga Lestarikan Tradisi, Sedekah Bumi Desa Sidadadi Hadirkan Wayang Kulit Karya Purwa

Indramayu 31 Oct 2026 17:44 • 3 min read • 4 views • By admin

Share berita ini

Kuwu Hj Sarwi Ajak Warga Lestarikan Tradisi, Sedekah Bumi Desa Sidadadi Hadirkan Wayang Kulit Karya Purwa
IwoiIndramayu– Pemerintah Desa Sidadadi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akan menggelar tradisi Sedekah Bumi pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang d...

IwoiIndramayu– Pemerintah Desa Sidadadi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akan menggelar tradisi Sedekah Bumi pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kuwu Sidadadi, Hj. Sarwi, tersebut bakal dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit Karya Purwa bersama dalang Ki Anom Arsoni.

Pagelaran kesenian tradisional itu akan berlangsung di kawasan Buyut Banon, Desa Sidadadi. Acara ini menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah desa bersama masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi leluhur yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan masyarakat. Tradisi ini memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, kesuburan tanah, serta hasil bumi yang telah dinikmati masyarakat.

Bagi masyarakat pedesaan, khususnya yang masih memiliki ikatan kuat dengan kehidupan agraris, Sedekah Bumi menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para leluhur sekaligus memanjatkan doa agar kehidupan masyarakat senantiasa diberikan keberkahan, keselamatan, dan kesejahteraan.

Kuwu Sidadadi, Hj. Sarwi, mengatakan bahwa penyelenggaraan Sedekah Bumi merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk mempertahankan adat istiadat dan kebudayaan lokal agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, tradisi yang diwariskan para pendahulu harus terus dirawat karena merupakan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat desa.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menghadirkan pagelaran wayang kulit Karya Purwa dengan dalang Ki Anom Arsoni. Kesenian tersebut dipilih karena memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus menjadi hiburan yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.

Melalui pagelaran wayang kulit, masyarakat tidak hanya disuguhkan tontonan seni tradisional, tetapi juga dapat menyaksikan berbagai kisah yang mengandung pesan moral, nilai kehidupan, serta filosofi tentang hubungan manusia dengan sesama dan lingkungannya.

Wayang kulit sendiri merupakan salah satu kekayaan budaya Nusantara yang memiliki perjalanan sejarah panjang. Di dalam setiap lakon yang dimainkan, terdapat berbagai nasihat mengenai kejujuran, tanggung jawab, kepemimpinan, kesetiaan, hingga perjuangan dalam menjalani kehidupan.

Kehadiran Ki Anom Arsoni diharapkan mampu menambah daya tarik pelaksanaan Sedekah Bumi Desa Sidadadi. Pagelaran tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali menikmati kesenian tradisional yang keberadaannya perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.

Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan sosial antarwarga. Masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi, dan bersama-sama mengikuti rangkaian tradisi yang menjadi kebanggaan desa.

Di tengah perkembangan teknologi dan semakin kuatnya pengaruh budaya modern, pelestarian kesenian tradisional memang membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah desa, tokoh masyarakat, seniman, serta generasi muda memiliki peran penting agar warisan budaya tidak hanya menjadi cerita masa lalu.

Kegiatan Sedekah Bumi di Buyut Banon ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemajuan sebuah desa tidak harus membuat masyarakat meninggalkan akar budayanya.

Justru dengan menjaga tradisi, sebuah desa dapat mempertahankan identitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budayanya kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Sidadadi berharap tradisi Sedekah Bumi tetap menjadi agenda budaya yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

Harapannya, kebersamaan, rasa syukur, semangat gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya leluhur tetap tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Desa Sidadadi.

Dengan demikian, Sedekah Bumi bukan hanya menjadi perayaan tahunan, melainkan juga warisan budaya yang menyatukan masyarakat sekaligus menjadi pengingat pentingnya menghargai sejarah dan tradisi para pendahulu.***

Komentar (0)

Belum ada komentar.

IWOI Indramayu